Tag: etnoparenting

Mengenalkan Loka-Nutrien dan Loka-Gummy dalam Pameran Etnoparenting Indonesia

Mengenalkan Loka-Nutrien dan Loka-Gummy dalam Pameran Etnoparenting Indonesia

Aktivitas
Ditulis oleh Muhammad Fauzar Rosyad Pameran besar pertama kami di Rangkasbitung, Banten, meninggalkan kesan yang sangat baik. Kami memperkenalkan berbagai macam hal-hal kedaerahan yang mungkin seringkali luput dari masyarakat, terkhusus sebetulnya kita dekat dengan bahan-bahan makanan yang bisa mencegah masyarakat dari stunting. Kami fokuskan untuk mengenalkan produk kami yaitu Loka-nutrien dan Loka-gummy. Dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia, kami menyadari perlunya pendekatan nutrisi yang praktis serta tetap enak untuk dinikmati. Oleh karena itu, kami menciptakan inovasi pencegahan stunting dalam bentuk permen (Loka-gummy) dan snack bar (Loka-nutrien) yang sangat mudah dan nyaman dikonsumsi oleh ibu hamil ataupun anak-anak. Hal yang membuat produk ini istimewa adal...
Bilingual Conference: The Ethnoparenting Role to Prepare Global Generations

Bilingual Conference: The Ethnoparenting Role to Prepare Global Generations

Aktivitas
CALL FOR PAPER Pusat Unggulan Etnoparenting Universitas Pendidikan Indonesia presents: BILINGUAL CONFERENCE ETNOPARENTING "The Ethnoparenting Role to Prepare Global Generations"(Peran Etnoparenting dalam Mempersiapkan Generasi di Era Global) Kami mengundang para akademisi, pakar, dan praktisi yang tertarik dengan pengasuhan anak berbasis kearifan lokal untuk menjalin jejaring dan bersama-sama mengayunkan langkah untuk sharing gagasan etnoparenting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menghadapi tantangan global. Waktu Pelaksanaan: Hari: Jumat, 19 Juli 2024Waktu: Jam 08.00 - 15.00 WIBTautan via Zoom Meeting Keynote Speakers: Hui Hua Chen, Ph.D.(National Dong Hwa University, Taiwan) Dr. Lee Shan Tse(Cambridge University, United Kingdom) Yeni Rachmawati, ...
Lomba Menulis Buku Cerita Anak Nusantara

Lomba Menulis Buku Cerita Anak Nusantara

Aktivitas
Pusat Unggulan Etnoparenting Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menyelenggarakan Lomba Menulis Buku Cerita Anak Nusantara tingkat Nasional. Setiap peserta dapat mengirimkan naskah dan storyboard buku cerita bergambar yang diperuntukkan bagi anak usia PAUD dan SD. Adapun tema naskah buku cerita bergambar adalah praktik etnoparenting atau pengasuhan berbasis kearifan lokal di Nusantara, gotong royong dalam pengasuhan, lullaby Nusantara, permainan tradisional keluarga, pengasuhan berbasis alam dan geografis, pendidikan karakter di nusantara, jati diri nusantara, dan lain sebagainya. Kompetisi ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa, dan umum. Peserta dapat terdiri dari individu atau tim. Adapun biaya pendaftaran kompetisi ini adalah Rp. 50 ribu untuk Mahasiswa dan Rp. 100 ribu unt...
Early Childhood Education and Parenting

Early Childhood Education and Parenting

Jurnal
Early Childhood Education & Parenting (ECEPA) promotes research in the field of early childhood education, parenting, and ethno parenting  with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from lecturers, researchers, teachers, and students at advanced stages of their research. To be published in ECEPA, a rigorous review process will be done. ECEPA JOURNAL The editorial contents and elements that comprise the journal include: theoretical articles empirical studies case studies systematic literature review The editorial board welcomes innovative manuscripts from early childhood education, parenting and field. The scope of journal are: Early Childhood Education Early Ch...
Pengasuhan Suku Jawa (Poster)

Pengasuhan Suku Jawa (Poster)

Artikel
Poster oleh Zihan Fauziah Noor Paula, Mahasiswa Magister PAUD Universitas Pendidikan Indonesia Masyarakat Jawa memiliki tujuan pengasuhan yang diwakili oleh kata "Njawani". Menurut Etikawati, et al. (2019), kata ini bermakna, "Dapat menempatkan diri sesuai kedudukan dan pandai mengendalikan diri." Sedangkan nilai pengasuhan yang diterapkan suku Jawa terdiri dari delapan nilai, yaitu: Hormat dan Manut (patuh); Rukun; Nrimo (menerima); Kendali Prilaku (perilaku baik); Rame ing gawe (bekerja keras); Jujur; Tresno (saling menyayangi); serta Isin, Wedi, Sungkan / Pake Wuh (Malu melakukan perbuatan tercela). Suku Jawa memiliki Falsafah Hidup, yaitu: "Nyunggi Duwur, Mendhem Jero" yang bermakna: menjunjung tinggi nama baik dan menyimpan segala kekurangan (Dianda, 2021). Adapun orang tua pada...
Pola Pengasuhan Anak dalam Keluarga Bugis Rappang, Sulawesi Selatan (Poster)

Pola Pengasuhan Anak dalam Keluarga Bugis Rappang, Sulawesi Selatan (Poster)

Artikel
Poster oleh Rahmah Raisah Rabbani, Mahasiswa Magister PAUD Universitas Pendidikan Indonesia Suku Bugis (Lontara: ᨈᨚ ᨕᨘᨁᨗ) merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Penciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat-istiadat. Orang tua dalam keluarga Bugis dalam pengasuhan anak mempunyai keinginan untuk menjadikan anak-anaknya sebagai anak yang ideal seperti menjadi: Topanrita (cendekiawan agama), Toacca (cendekiawan umum), Tosugi (orang kaya), Towarani (orang berani), dan Panggalung Napaddarek (petani sawah dan kebun). Ada tiga pola pengasuhan anak keluarga Bugis Rappang. Pertama, Pola Resopa Temmangingngi, Namalomo Naletei Pamase Dewata. Pola ini menyatakan bahwa hanya dengan mengasuh tanpa rasa bosan akan mendapatkan rahmat dan berkah Allah SWT. Pola asuh ...
Pola Asuh Orang Tua Suku Minangkabau (Poster)

Pola Asuh Orang Tua Suku Minangkabau (Poster)

Artikel
Poster oleh Putri Prasasti, Mahasiswa Magister PAUD Universitas Pendidikan Indonesia Suku Minangkabau dikenal sebagai suku terbesar yang menganut garis keturunan ibu (matrilineal). Pengasuhan anak dibantu oleh seluruh elemen keluarga ibu, seperti: "mamak", atau saudara laki-laki ibu. Orang tua melakukan Penanaman Nilai Agama dan Budaya dengan mengarahkan anak ke surau (masjid) untuk belajar agama dan latihan silat. Orang tua Minangkabau melakukan Pembentukan Karakter Anak melalui tiga hal, yaitu: Cerita Legenda, Dongeng Tradisional, dan Cerita Mitos. Suku Minangkabau menganut Falsafah: "Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," yang berarti: "Adat bersendi oleh agama, agama bersendi oleh al-Qur'an". Adapun pepatah suku Minangkabau terkait pengasuhan anak, antara lain: "Ketek t...
Positive Values Taught by Sundanese Culture (Poster)

Positive Values Taught by Sundanese Culture (Poster)

Artikel
Poster by Maryam Nibrosurrahman, Master Student of Preschool of Indonesia University of Education There are five positive values taught by Sundanese Culture: Nyalindung; show your identity as God's creatures who obey worship, maintain relationships with others and care for the environment. Implemented by showing an attitude of diligent worship, prayer, maintaining friendship, and loving the environment. Nyunda; shows one's identity as a Sundanese person: friendly, humble, and socially sensitive. Implemented by showing a polite, frendly, humble, and helpful attitude. Nyeni; show your identity as love art, have an artistic spirit, and are able to express their thoughts, and feelings through art. Implemented by appreciating art, nurturing art, and developing art. Nyantika; sho...
Sumber-Sumber Penggalian Tentang Etnoparenting dalam Perjalanan Ruang Peradaban Jiwa Berdasarkan Lisan dan Tulis

Sumber-Sumber Penggalian Tentang Etnoparenting dalam Perjalanan Ruang Peradaban Jiwa Berdasarkan Lisan dan Tulis

Artikel
Tradisi lisan dan tulis adalah alat refleksi untuk menjadi wadah kreatifitas dalam mengungkapkan sebuah gagasan atau ide-ide pemikiran dan skema sebuah budaya bangsa. Aksara atau tulisan mampu menggambarkan bagaimana kehidupan sosial yang menjadi sentra dari peradaban sebuah bangsa. Ada tiga jenis lisan yang akan kita bahas. Jenis lisan pertama adalah lisan murni seperti, dongeng yang diceritakan oleh ibu kepada anaknya ketika menjelang tidur. Kedua adalah ada semi lisan, percontohan yang bisa kita ambil adalah pertunjukan wayang yang mengkolaborasikan antara dongeng, visual, tarian serta tembang yang mengiringi. Lalu yang terakhir adalah material contohnya arcadimah patung Dewa Ruci. Tradisi lisan pertama kali digunakan ketika tradisi tulis belum ada ketika zaman prasejarah. Lalu tradi...
Etnoparenting Exhibition 2022

Etnoparenting Exhibition 2022

Aktivitas
Pameran pertama yang akan diselenggarakan oleh Tim Etnoparenting pada Jum'at, 28 Oktober 2022. Bertempat di Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia, dimulai pukul 09:00-15:00 WIB. Dengan berbagai kegiatan, pameran terbuka untuk umum dan gratis. Informasi lebih lanjut tertera di poster berikut ini: Catat tanggalnya dan kami tunggu kehadirannya di Pameran Etnoparenting 2022. Sampai jumpa!