Poster oleh Zihan Fauziah Noor Paula, Mahasiswa Magister PAUD Universitas Pendidikan Indonesia
Masyarakat Jawa memiliki tujuan pengasuhan yang diwakili oleh kata “Njawani”. Menurut Etikawati, et al. (2019), kata ini bermakna, “Dapat menempatkan diri sesuai kedudukan dan pandai mengendalikan diri.” Sedangkan nilai pengasuhan yang diterapkan suku Jawa terdiri dari delapan nilai, yaitu: Hormat dan Manut (patuh); Rukun; Nrimo (menerima); Kendali Prilaku (perilaku baik); Rame ing gawe (bekerja keras); Jujur; Tresno (saling menyayangi); serta Isin, Wedi, Sungkan / Pake Wuh (Malu melakukan perbuatan tercela).
Suku Jawa memiliki Falsafah Hidup, yaitu: “Nyunggi Duwur, Mendhem Jero” yang bermakna: menjunjung tinggi nama baik dan menyimpan segala kekurangan (Dianda, 2021). Adapun orang tua pada Falsafah Jawa digambarkan sebagai “Loroning atunggal” yang bermakna, “Dua pilar yang saling terintegrasi”. Bahasa lainnya: Ibu Bumi, Bapa Angkasa.
Referensi:
- Dianda A. (2021). Pola Asuh Suku Jawa: Dahulu dan Sekarang serta Pengaruhnya Terhadap Pola Pikir dan Perilaku Anak. Proceedings of The 5th Annual Conference on Islamic Early Childhood Education. 5. 137-150.
- Ekawati, et al. (2019). Pengembangan Instrumen Pengasuhan Berbasis Nilai Jawa. Ilmu-ilmu Keluarga & Konseling. 12(3). 208-222.

