Pola Asuh Orang Tua Suku Minangkabau (Poster)

Poster oleh Putri Prasasti, Mahasiswa Magister PAUD Universitas Pendidikan Indonesia

Suku Minangkabau dikenal sebagai suku terbesar yang menganut garis keturunan ibu (matrilineal). Pengasuhan anak dibantu oleh seluruh elemen keluarga ibu, seperti: “mamak”, atau saudara laki-laki ibu. Orang tua melakukan Penanaman Nilai Agama dan Budaya dengan mengarahkan anak ke surau (masjid) untuk belajar agama dan latihan silat.

Orang tua Minangkabau melakukan Pembentukan Karakter Anak melalui tiga hal, yaitu: Cerita Legenda, Dongeng Tradisional, dan Cerita Mitos. Suku Minangkabau menganut Falsafah: “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” yang berarti: “Adat bersendi oleh agama, agama bersendi oleh al-Qur’an”. Adapun pepatah suku Minangkabau terkait pengasuhan anak, antara lain: “Ketek taraja-raja, gadang tabao-bao, sampai gaek barubah tido,” yang bermakna, “Kecil terbiasa, besar terbawa-bawa, hingga tua tidak berubah.”

Referensi: Satrianingrum, A.P., and Setyawati, F.A., 2021. Perbedaan Pola Pengasuhan Orang Tua pada Anak Usia Dini Ditinjauh dari Berbagai Suku di Indonesia: Kajian Literatur. JIV-Jurnal Ilmiah Visi, 16(1), pp.25-34.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *