Etnoparenting Indonesia merupakan Topik Kajian dalam Kelompok Bidang Keahlian (KBK) di Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kajian lembaga ini fokus kepada upaya Menggali Khazanah Kearifan Lokal dalam Bidang Pengasuhan Anak Nusantara Sebagai Pondasi Pembangunan Masyarakat Indonesia. Tim peneliti Etnoparenting merupakan bagian dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Parenting di Program Studi PGPAUD FIP UPI.
Kajian Etnoparenting sendiri dilatarbelakangi oleh persoalan dominasi perspektif teori barat yang menjadi hegemoni dalam memandang situasi pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pengasuhan anak. Sementara itu, banyak ahli berpendapat bahwa pengasuhan anak dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, keyakinan, dan agama orang tua. Dalam hal ini, pengasuhan anak akan sangat dipengaruhi oleh konteks tersebut.
Kehadiran lembaga ini berangkat dari aktivitas Yeni Rachmawati, Ph.D., Ketua Tim Etnoparenting, kala melakukan riset disertasi di Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat pada tahun 2016. Kemudian, penelitian tentang topik tersebut berlanjut di Bali pada tahun 2018 dan suku Dayak di Kalimantan setahun setelahnya. Pada tahun 2019, tim ini juga melaksanakan lokakarya tentang Etnoparenting bersama Seameo Ceccep, sebuah lembaga penelitian di bidang pendidikan anak usia dini dan pengasuhan anak.
Pada tahun 2020 hingga 2022, tim Etnoparenting mendapatkan bantuan dana untuk melebarkan sayap penelitiannya ke tiga wilayah utama Indonesia, yaitu Indonesia Barat: Jawa, Palembang, dan Aceh; Indonesia Tengah: Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bugis; serta Indonesia Timur: Papua dan Maluku.
