Tim etnoparenting bekerjasama dengan PGPAUD FIP UPI menyelenggarakan sebuah webinar berbasis online pada platform video conference zoom pada hari Selasa, 27 April 2022 lalu. Dihadiri oleh narasumber utama yaitu Wina Erwina, Ph.D. selaku Kepala Pusat Pengelolaan Pengetahuan UNPAD yang didampingi oleh moderator yaitu Santi Sugarti selaku Konsultan dan Sektor Keuangan Bank Dunia. Webinar ini hanya diikuti oleh 80 partisipan yang dirancang sedemikian rupa agar sesi pematerian lebih eksklusif dan kompherensif.

Dr. H. Rudi Susilana, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi akan sebuah kajian tentang budaya yang saat ini sudah seharusnya dikembangkan untuk mempertahankan kearifan lokal. Besar harapan beliau jika kajian ini tidak hanya menjadi sebuah jurnal ilmiah saja namun dapat dijadikan sebuah buku yang dapat menambah wawasan para guru dan calon guru di masa yang akan datang.
Webinar Etnoparenting terkait kajian ini diawali dengan pemaparan pemateri akan urgensi dari indigenous knowledge bahwa program yang diaplikasikan haruslah sesuai dengan kondisi wilayah, analisis demografi penduduk suatu tempat dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Hal ini menunjukan tidak berlakunya generalisasi yang berarti sebuah program pengembangan wilayah di daerah tertentu juga dapat diaplikasikan pada daerah lainnya.
Menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta, Pemateri memberikan sebuah statement bahwa:
Perubahan itu terjadi karena adanya upaya untuk survival. Setiap konsep dapat berubah karena dipengaruhi faktor ekonomi ataupun massal.
Wina Erwina, Ph.D.
Besar harapan penyelenggara setelah webinar etnoparenting ini berlangsung mampu menambah wawasan dan daya tarik khalayak umum terkait fokus kajian Etnosains Indigenous Knowledge. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya melestarikan kebudayaan yang ada pada daerah setempat, khususnya Negara Indonesia.
