Ciri dan Karakteristik Kearifan Lokal

Kebudayaan tentu merupakan hal yang perlu diketahui oleh masyarakat daerahnya, karena masyarakat nantinya akan mengenal hal – hal yang berkatian dengan daerah asalnya. Mengenali daerahnya seperti filosofi, nilai, keyakinan, kebiasaan, konvensi, adat istiadat, etika dan lain sebagainya (Hidayah, 2018).

Budaya tidak selalu dipandang sebagai seni namun dipandang juga daging tradisional yang sudah mendarah secara turun – turun temurun dari leluhurnya. Setiap daearah memiliki ciri khasnya masing – masing dalam kehidupannya secara turun – turun temurun. Ini melihat dari kebudayaan yang telah melekat pada daerah tersebut. Definisi dari kebudayaan itu sendiri adalah seperangkat pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, dan kesenian yang ada pada setiap daerahnya.

Beberapa unsur tadi menjadikan suatu daerah memiliki sesuatu yang unik dalam menjalani kehidupannya sejak zaman leluhur hingga sekarang. Kebudayaan tentu tidak bisa dilepaskan dari pengetahuan suatu masyarakat yang ada sejak zaman dahulu. Penjelasan sebelumnya mengatakan bahwa salah satu perangkat dari kebudayaan ini adalah pengetahuan dalam kehidupan suatu daerah. Dari situlah kebuadayaan suatu daerah tidak bisa dilepaskan dari pengetahuan yang ada.

Pengetahuan tradisional atau yang biasa disebut dengan indigenous knowledge merupakan salah satu identitas suatu daerah yang tentu harus diajari kepada masyarakat sejak usia muda. Indigenous knowledge ini merupakan yang dimiliki atau dikuasai dan digunakan oleh suatu komunitas, masyarakat atau suku tertentu, bersifat turun-temurun dan terus mengikuti perkembangan sejalan dengan perubahan lingkungan yang terjadi (Rosidawati & Munzil, 2018).

Bisanya berakar dari suatu dari pengalaman, serta kepercayaan yang dihasilkan dan dilakukan untuk menunjang keberlangsungan kehidupan masyarakatnya dan pada umumnya disebarkan secara non-tulisan (Adelia, 2018; Senanayake, 2006). Sebagai contoh, lagu daerah selain seni dan budaya bisa dikatakan sebagai pengetahuan tradisional, karena terdapat filosifis dan asal – usul dari lagu daerah tersebut, mengapa dibuat dan dinyanyikan. Kemudian cerita daerah yang mempunyai pesan terhadap masyarakat sekitarnya, yang menjadikan hal itu menjadi pengetahuan tradisional.

Sumber : 416 | Seminar Nasional Ilmu Perpustakaan (SENASIP) | Malang, 26 Oktober 2019 Nomor ISSN : 2714-6790 (media online) http://semnasjsi.um.ac.id/index.php/senasip/senasip2019

Untuk membedakan pengetahuan adat dengan ilmu pengetahuan Brasscoupe dan Mann (2001). Beliau menggunakan pengetahuan antara kearifan lokal dengan ilmu melalui cara, pendekatan yang, teknik komunikasi, teknik 10 penyampaian dan cara menjelaskannya. Berikut tabel perbedaan pengetahuan lokal dengan ilmu berdasarkan beberapa aspek tersebut.

Perbedaan ilmu pengetahuan lokal dan ilmu pengetahuan :

Faktor Ilmu Pengetahuan Pengetahuan lokal
Teknik pendekatanKompartemenHolistik
Cara untuk mengkomunikasikanTertulisLisan
Teknik perolehan Terstruktur di kelas, Teoritis Observasi, Pengalaman
Cara menjelaskan Teori bebas nilaiSpritual , Nilai sosial.

(sumber dari brascoupe dan mann 2001 p.4)

Johnson (in msuya, 2007; cited in Fadli 2012)

Adapun karakteristik suatu pengetahuan kearifan lokal adalah sebagai berikut: 

A. Pengetahuan tersebut terdapat pada setempat atau terbatas pada wilayah tertentu saja;

B. Pengetahuan lokal memiliki hubungan yang spesifik dengan sebuah budaya;

C. Pengetahuan lokal bersifat non formal;

D. Pengetahuan lokal secara lisan dan umumnya tidak dilakukan.

Hal ini tidak seratus persen akurat. Khususnya di poin terakhir yang menjelaskan tanggal informasi yang disampaikan turun-temurun melalui lisan. Faktanya, pada saat ibu Wina sedang melakukan riset di komunitas kasepuhan, beliau menemui seorang kepala adat setempat kemudian Beliau menjelaskan bahwa kepala adat tersebut memiliki buku catatan tentang ilmu pertanian yang ditulis menggunakan tulisan arab dan Bahasa Sunda. Disana kami diberitahu bagaimana cara bercocok tanam yang baik, kapan waktu yang tepat untuk bertanam, kapan mulai panen, dan bagaimana cara memperlakukannya, dari sini kita bisa mulai menelaah bahwa sebenarnya kebiasaan membaca dan menulis pada zaman dahulu itu dilakukan oleh segelintir orang saja.

Jadi biasanya pimpinan dari kepala adat itu memiliki asisten seperti sekretaris, ahli air, dan ahli kesehatannya, dan lain sebagainya. Nah, mereka-mereka inilah yang menyimpan pengetahuan dan buku catatan dari kepala adat untuk dijaga dengan baik keaslianya. Yang menjadi pertanyaan yaitu, “mengapa tidak langsung saja informasi-informasi tersebut diberikan langsung ke masyarakat?” Jawabannya adalah untuk menghindari miss komunikasi yang terjadi karena perbedaan persepsi. Sehingga yang bisa membaca dan menyingkapkan pengetahuan tersebut adalah orang yang telah belajar dan pakar yang mumpuni di bidang tersebut untuk menghindari hal tersebut.

a. Pengetahuan lokal dinamis dan adaptif namun tidak statis karena akan terus berubah sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Seperti halnya kepala adat yang berada di komunitas kasepuhan sekarang sudah beradaptasi dengan teknologi yang memudahkan beliau beraktifitas. Melalui teknologi masyarakat di sana banyak melakukan inovasi.

b. Pengetahuan lokal merupakan pengetahuan yang bersifat holistik di alam. Secara keseluruhan semua aspek selalu berkaitan dengan alam kehidupan, transcendental, partikal, atau horisontal.  

c. Pengetahuan lokal terkait dengan banyak kehidupan dan kehidupan orang di dunia.setiap budaya di daerah memiliki pengetahuan lokal untuk menjaga masing-masing alamnya. Dengan sendirinya kehidupan bersama sma bisa lebih besar.

d. Pengetahuan lokal adalah milik masyarakat dan dimiliki oleh masyarakat. Tidak ada perasaan memiliki hak paten akan hal ini.

Cakupan pengetahuan lokal meliputi :

a. Pertanian dan holtikultura;

b. Astronomi;

c. Kehutanan;

d. Kesehatan manusia, obat tradisional, dan penyembuhan;

e. Pengetahuan tentang hewan, ikan, dan sistem ekologi;

f. Sistem klasifikasi tradisional untuk sumber daya hayati;

g. Sumber pembelajaran dan tradisi lisan;

h. Spiritualitas;

i. Simbol;

j. Seni tradisional dan budaya 

Disarikan dari paparan Wina Erwina, Ph.D dalam Webinar Kajian Etno sains dan Indigenous Knowledge, pada Selasa 27 April 2021.

Editor by : Silmi Nur Falah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *