
Konsep etno parenting terjalin karena adanya konteks masyarakat menerjemah suatu informasi sesuai kadar kognitifnya, meskipun hal tersebut adalah penerapan dari western dan menjadi sebuah hegemonic. Salah satu contoh independent dan interdependent, artinya dalam sebuah kebudayaan juga mengacu pada kemandirian seperti negara jerman dan saling ketergantungan atau keterkaitan seperti negara afrika dan indonesia. Pada interdependent ada istilah yaitu gotong royong/bekerja sama karena latar belakang bahwa setiap individunya sadar akan saling bergantung dan nantinya akan tertolong bergantian dengan orang lain. Sedangkan pada independent merasa bahwa kemandirian sangat didominasi pada dirinya untuk mencapai suatu hal. Bersamaan dengan hal ini apabila ada pola asuh yang diterapkan orang tua pada anak tidak sesuai dengan tempat lahir atau lingkungannya, maka akan mengalami krisis identitas budaya atau bahkan perilakunya akan jauh berbeda dengan kedua orang tuanya. Pola asuh seharusnya dapat terus diperkenalkan bagaimana jati diri keluarga anak tersebut untuk menjalin adanya kedekatan secara internal maupun eksternal. Negara indonesia memiliki banyaknya keberagaman budaya dan banyaknya suku banga/tradisi/adat kebiasaan/agama. Data yang tercatat sebesar 17.000 pulau, 1.400 budaya dan berbagai area/daerah yang tersebar secara bervariasi mampu menjadi sebuah tantangan untuk mempelajari perbedaan. Etno parenting juga memiliki sistem nilai dalam pengasuhan seperti belief, religious perspektif, tata nilai, pola hidup, tradisi, kebiasaan, dan pengalaman untuk menjadi sebuah ethno parenting. Pada kajian yang dilakukan ditemukan pula bagaimana tradisi parenting di berbagai wilayah dan suku bangsa lalu menemukan irisan dan menjadi sebuah etno parenting nusantara dengan mengambil benang merahnya atau esensi. Ethno Parenting di Indonesia sangat menekankan pada 4 poin nilai essensial (core value) yaitu ketuhanan (divinity), nilai-nilai kemanusiaan (the true human being), gotong royong (mutual assistance on community), dan penjagaan alam dan lingkungan (nature and environment conversation).
Disarikan dari paparan Yeni Rachmawati, Ph.D., dosen mata kuliah Etnoparenting Indonesia, dalam video conference zoom meeting Perkuliahan pertemuan ke-5 pada Rabu, 9 Maret 2020.
