
Kajian mengenai etnoparenting ini dilakukan, salah satunya yaitu untuk menggali berbagai perspektif yang dibutuhkan dalam membuka khazanah dan mendudukkan posisi manusia sejak awal masa kanak-kanak dalam menggambarkan kesejatiannya.
Dalam kajian etnoparenting series ini, mengundang Dr.rer.nat.M Ikbal Afriyanto sebagai narasumber dan beliau merupakan Dosen Astronomi di ITB.
Pada pembahasan kajian ini, lebih terfokus kepada pembahasan bumi dan alam semesta, tentang sistem iklim posisi bumi di langit, dan bagaimana manusia di bumi melihat alam. Mitologi adalah cara sebuah bangsa dalam memandang sesuatu yang lebih tinggi dan sakral terkait bumi, langit, penciptaan, dan alam semesta. Pada zaman dulu, pengetahuan-pengetahuan tinggi seperti bagaimana proses alam semesta terbentuk diturunkan ke masyarakat dalam bentuk mitologi atau bentuk cerita yang memiliki benang merah atau inti sari cerita di dalamnya.
Beberapa bangsa memiliki kesamaan dalam mitologi yang kemudian disarikan oleh filsuf Yunani kemudian diteruskan pada sains modern. Pada suku-suku di Indonesia, memiliki cerita dan pengetahuan tersendiri mengenai cara untuk memahami alam dan berbagai tujuan terkait pertanian, nelayan, pendidikan, bahkan astrologi tertentu.
Astronomi dapat dikatakan sebagai cara mengamati semua objek yang ada di alam semesta. Dalam webinarnya, Dr.Ikbal mengatakan jika melihat dari mitologi bahwa langit dan bumi merupakan ciptaan Tuhan. Dan bumi dijadikan sebagai pusatnya. Dengan demikian, dalam paparannya Pak Ikbal menyatakan bahwa dalam pemetaan langit ternyata memiliki pengaruh terhadap perilaku manusia, yang mana hak tersebut menjadi basic teori etnoparenting.
Outline dari kajian etnoparenting series ini diantaranya membahas 1) Bumi dan alam semesta; 2) Mitologi penciptaan alam semesta yang mengambil dari Mesir, Babilonia, Yunani, dan Nusantara; 3)Pranatamangsa dan Astrologi Jawa. Bapak Ikbal mengatakan bahwasanya “Kelemahan sains modern mengabaikan tujuan utama dari mempelajari konsep geosentris yang menjadikan manusia sebagai pusat. Sains modern lebih memandangnya sebagai solusi praktis”. Dan, sebagai kesimpulan dari kajian etnoparenting series ini terdapat beberapa komponen etnoparenting dalam pembahasan mengenai mitologi dan kearifan lokal, yaitu Tuhan, Alam, Manusia sejati (dilahirkan di suatu daerah dan memiliki tujuan manusia diciptakan yang harus digali lebih dalam), dan Masyarakat.
Video kegiatan dapat diakses di tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=qFpVqK7dSC4
Disarikan dari paparan Dr.rer.nat. M Ikbal Afriyanto, dalam webinar Mitologi Kosmis dan Kearifan Lokal pada Selasa, 28 Juli 2020.
