
Menerapkan pola asuh umum nya adalah tradisi turun temurun dari para leluhur. berbagai macam ritual yang syarat makna hanyalah bertujuan agar manusia bisa mencapai derajat sejatinya menjadi ‘Manusia’ yang sesungguhnya. begitu pula dengan para orang tua yang menginginkan anak mereka menjadi manusia terbaik. menyelarasakan hubungan antara bumi, lingkungan, dan Tuhan. berbagai macam metode yang telah dilakukan semata-mata untuk mensyiarkan kebaikan dengan jalan kesenian. berikut adalah beberapa contoh yang dari metode pola asuh dengan kesenian.
Lisan
Selain seni lisan dalam bentuk dongeng , mari kita ambil sebuah tembang atau ‘pupuh‘ (bahasa Sunda) . yaitu, sebuah senandung yang biasa orang tua nyanyikan ketika anak-anak hendak memejamkan mata. Tembang / Pupuh ini berisi tentang petuah dan nasihat di dalam kehidupan. yang pertama adalah :
- Tembang Macapat
Menceritakan tentang dimulainya perjalan manusia yang baru lahir hingga akhir hayatnya berikut makna dari filosofi tembang macapat :
- Maskumambang
Maskumambang, mas dan kumambang yang berarti emas yang terapung. Tembang macapat Maskumambang menceritakan tentang awal mula perjalanan hidup manusia ketika masih di alam ruh. Maskumambang melambangkan janin yang masih di dalam rahim dimana hal tersebut merupakan tahap awal kehidupan manusia.
- Mijil
Mijil berasal dari kata bahasa Jawa wijil yang memiliki makna keluar. Tembang Mijil menggambarkan kejadian setelah mengandung yaitu melahirkan, keluarnya bayi dari dalam rahim ibunya atas kehendak Tuhan. Tembang Mijil mengandung sebuah nasihat dan ajaran agar manusia senantiasa kuat menghadapi segala liku-liku yang ada dalam menjalani sebuah kehidupan.
- Sinom
Sinom memiliki arti daun yang masih muda. Sinom juga merupakan singkatan isih enom (masih muda). Tembang macapat Sinom menggambarkan tentang kejadian masa muda yang indah dan dipenuhi banyak harapan dan angan-angan. Sinom mengandung sebuah nasehat tentang persahabatan dan keramahtamahan. Bahwa manusia haruslah senantiasa bersikap baik dan santun diawali dengan kepada sesamanya.
- Kinanthi
Kinanthi berasal dari suku kata kanthi yang dalam bahasa Jawa artinya ‘tuntun’, yang berarti bahwa manusia membutuhkan tuntunan atau bimbingan dalam menjalani kehidupannya. Tembang Kinanthi mengisahkan kehidupan ketika manusia tengah membentuk jati diri dan membutuhkan tuntunan untuk bekal menuju kebenaran. Tembang ini menyampaikan suatu nasehat bahwa manusia haruslah mau belajar dan memahami ilmu pengetahuan agar bisa menjadi bekal baginya di masa depan.
- Asmaradana
Tembang Asmaradana tersusun dari dua suku kata yaitu ‘Asmara’ yang artinya asmara dan ‘Dahana’ yang artinya api asmara. Tembang ini melukiskan sebuah fase dimana manusia berada pada cinta kasih, saling memadu cinta dengan pasangan hidupnya. Asmaradana juga mewakili gelagat seseorang yang sedang dirundung cinta, seperti hati yang sangat berbahagia atau rasa pilu dan sedih karena cinta.
- Gambuh
Tembang Gambuh memiliki makna cocok atau berjodoh. Tembang ini melukiskan kehidupan seorang manusia yang telah menemukan pasangan hidupnya dan membangun sebuah rumah tangga yang saling melengkapi dan bersinergi secara harmonis. Gambuh digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan cerita dan nasihat mengenai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan.
- Dhandanggula
Dhandanggula terdiri dari kata ‘dhang dhang’ atau mengharapkan, namun ada pula yang mengatakan berasal dari kata ‘gegadhangan’ yang memiliki arti cita-cita. Kemudian kata gula memiliki arti rasa manis, atau keindahan dan kebahagiaan. Tembang macapat Dhandanggula ini menyuratkan sebuah makna tentang ‘harapan pada sesuatu yang manis atau indah’, yaitu keadaan manusia yang tengah menikmati masa hidupnya. Dhandanggula digunakan sebagai sarana membuka berbagai ajaran kebaikan serta cinta dan kebahagiaan.
- Durma
Tembang macapat Durma melambangkan sifat-sifat angkara murka, yaitu amarah, berontak, dan nafsu. Tembang ini mewakili gambaran tentang watak manusia yang sombong, angkuh, serakah, suka mengumbar hawa nafsu, egois, dan semena-mena terhadap sesamanya. Di dalam istilah Jawa keadaan semacam ini disebut juga dengan munduring tata krama (durma), yaitu hilangnya tata krama. Tembang Durma berisi nasehat untuk senantiasa Eling lan Waspodo yaitu berhati-hati dan waspada dalam meniti sebuah kehidupan. Selain itu, tembang Durma juga membawa pesan agar manusia senantiasa bersyukur terhadap segala kenikmatan yang telah diberi oleh Tuhan.
- Pangkur
Tembang macapat Pangkur dapat diartikan dengan kata mungkur yang artinya ‘undur diri’. Tembang Pangkur mengisahkan kehidupan manusia yang sudah tua dan telah banyak kemunduran dalam fisiknya, waktu dimana manusia harus menyingkirkan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Tuhan untuk bekal di alam baka. Pada fase ini hakikatnya manusia harus bisa menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhiratnya. Raga yang mulai melemah tidak sekuat ketika ia masih muda ini pun sebagai pengingat kita agar bersiap-siap untuk ‘pulang’ , Tembang Pangkur ini digunakan masyarakat Jawa sebagai pitutur (nasehat) yang disampaikan dengan kasih sayang.
- Megatruh
Kata Megatruh disusun dari kata ‘megat’ yang artinya pisah dan ‘ruh’ yang berarti nyawa. Sehingga Megatruh menyimbolkan berpisahnya ruh dari jasad atau kembalinya manusia kepada sang Pencipta. Tembang macapat Megatruh mengandung sebuah nasehat agar setiap manusia senantiasa mempersiapkan diri untuk menuju alam baka. Tembang ini kebanyakan menggambarkan rasa penyesalan, duka cita, dan kesedihan.
- Pocung
Tembang macapat Pocung atau pocong adalah sifat orang yang telah meninggal dunia dan berada di alam kubur. Tembang ini menggambarkan fase terakhir kehidupan manusia di alam dunia. Namun, tembang Pocung ini justru biasanya menceritakan tentang hal-hal yang lucu atau jenaka untuk menghibur hati. Hal ini sesuai dengan nasehat yang terkandung dalam tembang Pocung yaitu menyelaraskan antara manusia, alam, lingkungan, dengan Tuhan.
Semi Lisan, Kolaborasi antara Lisan dan Visual.
Tidak di ragukan lagi terkadang kita sebagai orang dewasa pun merasa bosan jika membaca teks terlalu lama. butuh sesuatu yang menghibur juga menyenangkan. ilustrasi di dalam sebuah novel atau sketsa di dalam komik membuat minat baca semakin tinggi karena konsepnya yang menarik. seperti pertunjukan Wayang pada jaman dahulu, Wayang adalah sebuah seni pertunjukan Indonesia yang berkembang pesat pada masanya
Wayang sendiri lahir dari para cendikia nenek moyang suku Jawa di masa silam. Pada masa itu, wayang diperkirakan hanya terbuat dari rerumputan yang diikat sehingga bentuknya masih sangat sederhana. Awalnya, wayang dimainkan dalam ritual pemujaan roh nenek moyang dan dalam upacara-upacara adat Jawa.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa Wayang berasal dari sebuah kalimat yang berbunyi ‘Ma Hyang’, artinya ‘berjalan menuju yang maha tinggi’.
Tarian
Tarian adalah sebuah komunikasi melalui gerakan untuk mengekspresikan perasaan seperti kesedihan, kegembiraan dan bermacam emosi lainya. Gerakan di dalam sebuah tarian biasanya diiringi bunyi-bunyian (musik, gamelan, dan sebagainya). Tari di Indonesia saja mencapai 25 jenis. contohnya seperti Tari Jaipong, Tari Saman, dan lain lain. Tarian-tarian tersebut merupakan khas dari suku masing-masing daerah.
