Mengenalkan Loka-Nutrien dan Loka-Gummy dalam Pameran Etnoparenting Indonesia

Ditulis oleh Muhammad Fauzar Rosyad

Pameran besar pertama kami di Rangkasbitung, Banten, meninggalkan kesan yang sangat baik. Kami memperkenalkan berbagai macam hal-hal kedaerahan yang mungkin seringkali luput dari masyarakat, terkhusus sebetulnya kita dekat dengan bahan-bahan makanan yang bisa mencegah masyarakat dari stunting.

Kami fokuskan untuk mengenalkan produk kami yaitu Loka-nutrien dan Loka-gummy.

Dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia, kami menyadari perlunya pendekatan nutrisi yang praktis serta tetap enak untuk dinikmati. Oleh karena itu, kami menciptakan inovasi pencegahan stunting dalam bentuk permen (Loka-gummy) dan snack bar (Loka-nutrien) yang sangat mudah dan nyaman dikonsumsi oleh ibu hamil ataupun anak-anak.

Hal yang membuat produk ini istimewa adalah akar pembuatannya yang sangat lekat dengan keseharian masyarakat kita. Kami meracik produk ini dengan memaksimalkan bahan-bahan lokal yang mudah ditemui, mulai dari kacang-kacangan hingga pemanis alami kedaerahan. Kami ingin menegaskan kembali bahwa kekayaan alam yang Indonesia miliki, jika dikelola dengan tepat, mampu menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan gizi generasi penerus bangsa.

Menindak lanjuti “keberhasilan” pameran di Rangkasbitung kami pun ikut membuat stand pameran etnoparenting dalam acara BRIN. Fokus kami di sini mengenalkan konsep dari etnoparenting itu sendiri.

Inisiatif Etnoparenting ini berakar dari sebuah keresahan bersama melihat kecenderungan masyarakat yang hampir selalu mengacu pada literatur dan konsep parenting dari Barat. Padahal, sebagai bangsa dengan ragam tradisi luhur, Indonesia sejatinya memiliki kekayaan falsafah dan nilai-nilai kebudayaan lokal yang baik dalam pengasuhan anak. Kami menyadari bahwa akar permasalahannya bukanlah pada kualitas pengasuhan yang kita miliki, melainkan karena kearifan-kearifan tersebut belum tercatat dan terstruktur dengan baik secara akademis maupun populer.

Berangkat dari titik inilah, kami tergerak untuk mengambil langkah nyata. Kami hadir untuk menyarikan kembali kekayaan tak benda yang dimiliki Indonesia, membuktikan bahwa identitas dan budaya lokal kita adalah fondasi yang baik juga untuk mendidik dan membesarkan generasi masa depan.

Kehadiran Etnoparenting Indonesia di Rangkasbitung dan pameran BRIN bukan sekadar ajang perkenalan inovasi, melainkan langkah awal dari kampanye jangka panjang untuk menekan angka stunting sekaligus merawat jati diri bangsa. Kami berharap inisiatif ini mampu menginspirasi berbagai pihak baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat luas untuk kembali melihat, menghargai, dan memanfaatkan potensi kedaerahan demi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *