
Tim Etnoparenting bekerjasama dengan Tim KBK PGPAUD FIP UPI menyelenggarakan pelatihan komik digital bertajuk Pelatihan Online Komik Digital. Kegiatan ini diselenggarakan secara online melalui Zoom yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu-Minggu, 5-6 Maret 2022. Pelatihan ini termasuk ke dalam etnoparenting series yang ditujukan agar peserta mampu membuat cerita bergambar tentang kebudayaan atau kearifan lokal Indonesia. Kegiatan ini diampu oleh Cahyono Al Mansyur, founder Rumah Asah Asih Asuh dan dihadiri 124 partisipan.
Dalam konteks pendidikan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kemampuan kepada guru dan calon guru untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis cerita bergambar atau komik digital. Tujuannya, agar proses pembelajaran dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan, terutama dalam aspek perkembangan anak usia dini dan kearifan lokal.
Setiap harinya, terdapat dua sesi dengan berbagai materi yang menggiurkan peserta. Pada hari pertama, peserta diajak untuk menggali literasi dasar dan visual serta auditori. Adapun pada hari kedua, peserta diajak untuk membuat storytelling, storyline, storyboard, dan cerita anak. Hasil karya peserta kemudian diulas satu per satu oleh pemateri melalui Group Whatsapp.
Pada setiap sesinya, Cahyono Al Mansyur membangun interaksi dengan menayangkan setiap materi melalui gambar-gambar yang bertahap dan dibalut dengan diskusi. Dia memulainya dengan berbagi cerita tentang pengalamannya dalam membuat sebuah cerita bergambar digital, pembuatan picture walk sebagai konsep awal, serta pembuatan cerita dengan tiga struktur aksi.
Dalam sambutannya, Dr. Heny Djoehaeni, S.Pd., M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Guru PAUD PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyampaikan bahwa komik digital dapat menjadi media atau unsur pendukung pembelajaran dalam era digital. Sementara itu, Dr. Rudi Susilana, M.Si., Dekan FIP UPI berharap komik ini bisa dijadikan sebagai salah satu unsur dalam perlombaan mahasiswa berprestasi di lingkungan UPI. Bagaimana pun, menurutnya, pelatihan ini dapat menuai multi-efek untuk meningkatkan kompetensi profesional calon guru, pengembangan wawasan dunia teknologi, serta pengembangan Universitas Pendidikan Indonesia.