Webinar Etnoparenting Series ini digelar pada Selasa, 25 Agustus 2020 lalu melalui aplikasi video conference zoom meeting. Kegiatan ini dimoderatori oleh Asep Deni G, M.Pd., dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Dengan menghadirkan tiga Narasumber, yaitu yang pertama Yeni Rachmawati, Ph.D, dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Kedua, Yeni Wulan K, A.Ks., praktisi parenting Jawa dan Anggota Paramartha International Center for Tashawwuf Studies. Dan yang ketiga, Dwi Afrianti, S.Psi., M.Hum., pengkaji psikologi dan sejarah kebudayaan Islam dan Jawa.
Ethnoparenting dijelaskan dalam pengantar sambutan oleh Yeni Rachmawati, Ph.D adalah konsep dan praktik dalam pendidikan, pengasuhan, dan perawatan anak-anak berdasarkan sistem nilai yang dianut oleh kelompok masyarakat atau etnis tertentu. Hal ini yang menginisasi penyelenggaraan webinar kali ini, permulaan pemahasan akan bagaimana kekayaan salah satu suku di Indonesiia yaitu suku jawa dalam pengasuhan anak.
Pemaparan selanjutnya dijelaskan mengenai “Tradisi Pengasuhan Masyarakat Suku Jawa Anak Usia 0-5 Tahun” oleh Yeni Wulan K, A.Ks. Beliau menjelaskan bahwa terdapat peran orang tua dalam pendidikan anak, yaitu bagaimana Sangkan Paraning Dumadi atau disebut juga sebagai asal terjadinya penciptaan yang relevan dengan ajaran Agama Islam tentang taubat. Kemudian secara lahiriah dan batiniah, harapan orang tua adalah dadi wong atau menjadi manusia. Manusia tentunya ialah yang lahir dan batin dalam keadaan sempurna. Jika secara lahir contohnya mapan, kemudian mempunyai budi pekerti yang baik dan berakhlak mulia. Hal tersebut merupakan contoh ungkapan dadi wong atau ada pula istilah harapan orang tua dalam bahasa Jawa ialah mugo-mugo dadi wong.
Pemaparan terakhir dijelaskan mengenai “Sumber-sumber Penggalian tentang Apa itu Etnoparenting dalam Perjalanan Ruang Peradaban Jawa Berdasarkan Tradisi Lisan dan Tulis” oleh Dwi Afrianti, S.Psi., M.Hum. Tradisi lisan dan tulis ini sebagai alat refleksi untuk mengungkapkan ide-ide, gagasan–gagasan, pemikiran-pemikiran, dan skema sebuah budaya Bangsa. Kehidupan sosial menjadi konsep sentral peradaban sebuah bangsa yang akan diwujudkan ke dalam wadah-wadah kreatifitas dengan jenis lisan dan tulis.
Diharapkan dengan diselenggarakannya webinar series ini mampu memberikan sumbangsih ilmu pendidikan berdasarkan kearifan lokal dan pengasuhan kepada anak berdasarkan kebudayaan terutama suku Jawa.

